BACAAN ALKITAB HARI INI
Amsal 25:11–13
AYAT HAFALAN
“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.”
— Amsal 25:11
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Apakah kamu pernah menyesal tidak mengatakan sesuatu?
Mungkin karena takut menyakiti, takut ditolak, atau karena momen itu terlewat begitu saja.
Diam bisa menjadi bentuk kasih — tapi juga bisa menjadi bentuk kehilangan.
Apa yang tidak kita katakan dapat membentuk hubungan kita, baik memperkuat atau meretakkannya.
INILAH KEBENARANNYA: KEHENINGAN JUGA PUNYA SUARA
Ada kekuatan dalam diam —
kadang menjadi pelindung, kadang menjadi penghalang.
Tuhan memberi kita hikmat untuk tahu kapan harus berbicara, dan kapan harus diam.
3 HAL UNTUK DIINGAT TENTANG KATA-KATA YANG TAK TERUCAP:
- Diam karena takut bisa menyimpan luka.
Takut berkata jujur sering kali membuat kita memendam hal-hal penting.
Padahal, kasih sejati tidak selalu diam — kadang harus bicara, walau sulit. - Kadang diam adalah bentuk kasih dan pengendalian diri.
Tidak semua hal perlu diucapkan.
Tuhan mengajarkan kita untuk memilih kata-kata yang membangun, bukan merobohkan. - Setiap keheningan meninggalkan jejak.
Apa yang tidak kita katakan — dukungan, pengampunan, penghargaan — bisa menjadi celah dalam hubungan.
Sementara keheningan yang bijak bisa menjadi jembatan damai.
MEMILIH KATA-KATA DENGAN HIKMAT TUHAN
Tuhan ingin kita menggunakan suara kita untuk membangun, bukan melukai.
Dan Dia juga ingin kita tahu bahwa keheningan pun bisa berbicara —
asal diisi dengan kasih, hikmat, dan pengertian.
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Adakah seseorang yang perlu kamu sapa, maafkan, atau beri semangat hari ini?
Apakah kamu terlalu lama diam, padahal hatimu ingin bicara?
DOA HARI INI
Tuhan, ajarku kapan harus berbicara dan kapan harus diam.
Berikan aku keberanian untuk berkata benar dengan kasih,
dan kebijaksanaan untuk memilih keheningan yang menenangkan.
Gunakan setiap kata dan diamku untuk memuliakan-Mu.
Dalam nama Yesus, Amin.
TANTANGAN SEDERHANA HARI INI
Hubungi satu orang dan ucapkan sesuatu yang selama ini kamu tahan:
permintaan maaf, ucapan terima kasih, atau sekadar “aku peduli.”
Kata-kata kecil bisa membawa perubahan besar.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Yang tak terucap sering meninggalkan gema.
Tuhan memanggil kita untuk tidak hanya hidup dalam kebenaran,
tapi juga mengungkapkannya dengan kasih.