BACAAN ALKITAB HARI INI
đź“– Amsal 12:9
đź“– Amsal 13:7
đź“– Amsal 12:8
AYAT HAFALAN
“Orang akan dipuji sepadan dengan akalnya, tetapi orang yang serong hatinya akan dihina.”
— Amsal 12:8
MARI MULAI DENGAN PERTANYAAN INI:
Apakah kamu pernah merasa perlu tampil “sukses” di mata orang lain, meskipun sebenarnya sedang berjuang secara pribadi atau finansial?
DALAM DUNIA YANG MENJUAL PENAMPILAN, FIRMAN TUHAN MENGAJARKAN KEBIJAKSANAAN SEBAGAI NILAI SEJATI.
Ada godaan besar di zaman ini untuk “terlihat” kaya—memiliki barang-barang mewah, berpakaian trendi, dan hidup seakan tak berkekurangan—meskipun semuanya dibangun dari utang, tekanan, dan pencitraan.
Namun Alkitab menyatakan bahwa bijaksana lebih bernilai daripada kemewahan palsu. Orang yang hidup dengan hikmat akan dipuji karena pengertian dan kedalaman karakternya, bukan karena gaya hidup semu.
3 PELAJARAN DARI AMSAL UNTUK HIDUP BIJAK, BUKAN BERPIJAK PADA CITRA:
- Hidup sederhana lebih mulia daripada hidup pura-pura.
“Lebih baik menjadi orang biasa, tetapi bekerja untuk hidup, daripada orang yang pura-pura mulia tapi kekurangan makanan.”
— Amsal 12:9
- Orang bijak mencari kekayaan batin, bukan pengakuan dunia.
“Ada orang yang berpura-pura kaya, padahal tidak memiliki apa-apa; dan ada pula yang berpura-pura miskin, padahal hartanya berlimpah.”
— Amsal 13:7
- Pemahaman mendalam lebih mempengaruhi orang daripada gaya luar.
Hikmat menghasilkan pengaruh sejati, sementara kesombongan dan kepura-puraan akan mengecewakan.
PERTANYAAN UNTUK DIPIKIRKAN HARI INI
Apa yang lebih kamu kejar akhir-akhir ini—penampilan luar agar disukai orang, atau pertumbuhan batin agar berkenan kepada Tuhan?
DOA HARI INI
Tuhan, ajarku untuk tidak hidup berdasarkan standar dunia. Berikan aku hati yang mengejar hikmat dan kebenaran-Mu, bukan pengakuan manusia.
Jauhkan aku dari pencitraan palsu dan jadikan aku pribadi yang jujur dan bijaksana di hadapan-Mu. Amin.
PERBUATAN IMAN
Lihat kembali pengeluaran atau keputusanmu minggu ini—apakah ada yang dilakukan hanya demi penampilan? Ambil satu langkah hari ini untuk memilih kebijaksanaan daripada pencitraan.
KUNCI KEBENARAN UNTUK DIPEGANG
Tuhan tidak tertarik pada citra kita, tetapi pada isi hati kita.
Kekayaan sejati adalah hidup dalam hikmat dan kebenaran, bukan sekadar tampak “berhasil” di mata dunia.